Cerpen: Mencintai dalam Luka
Cinta,
Untukmu..
“
Sungguh tak bisa di sangka aku bisa menjadi wanita setangguh ini , yang tetap
sabar dan setia untuk lelaki ku yang banyak berpaling dan membodohi ku di
antara mereka .”
Sudah
sekian lama aku berdampingan dengan laki-laki yang dulu mencintai aku dengan
sejuta kasih dan sayang, berhias dengan sebuah pengorbanan yang mampu membuatku menjatuhkan cinta
untuknya . Laki-laki yang selalu merasa
beruntung memiliki ku, hingga mampu menjaga dan menyayangi aku dengan penuh
keindahan romantisme nya sesuai dengan janji yang ia tuturkan kepada kedua
orangtua ku saat itu . Walau demikian, aku juga merasa menjadi wanita
yang paling beruntung, karena memiliki suami yang tampan, berwibawa dan
bertanggung jawab seperti yang aku idaman kan .
Di awal tahun pernikahan , sudah terlalu penuh cerita kemesraan , dan
kebahagiaan yang kita lewati. Dia tak pernah lupa memberikan kecupan manis pada
keningku , sebelum ia berangkat kerja dan tak ketinggalan pula belaian hangat untuk si kecil yang masih dalam
kandungan . Kapan dan dimana pun kita bagaikan magnet yang tak bisa di pisahkan
, hingga sebagian orang menilai kita adalah pasangan terbaik yang pernah mereka
temukan.
9
bulan sudah aku mengandung..
Di malam yang semakin
larut dan hening aku menunggu suami yang
beberapa minggu ini sibuk bekerja, hingga jarang aku dapat berkomunikasi kepadanya tentang persiapaan
kelahiran si kecil . Di saat lelahnya aku menunggu, tiba-tiba … perut aku terasa sakit , dan sulit aku
menghentikannya. Aku berusaha menghungi
Maryo sang suami kebanggaan ku, sudah beberapa kali aku menelpon tapi belum
juga diangkat. Namun untuk yang ke 7 kali nya ,
telpon aku akhirnya di jawab olehnya.
“
Asssalamualaikum, mas …”
“
Kamu kapan pulang ? perut aku sakit mas . ” tutur aku yang sedang merintih kesakitan .
“
Waalaikumsalam .. sayang sabar yah, mas lagi nyetir sedang perjalanan pulang .”
Jawabnya
“
Kamu sudah minum obat , sayang ? yaudah , kamu istirahat saja mungkin si kecil kecapeann.”
kata suami yang sangat khawatir .
“
Sudah kok mas, tapi perut aku benar-benar terasa terguncang mas.. Sakittttt
sekali .”
keluh ku yang sedang menahan sakit .
“ kalau begitu, kamu tunggu aku ya sayang.. mas segera sampai . kamu
pasti kuat sayang , sabar ya .” lugas maryo dengan kepanikannya , hingga
tak sempat mengucapkan salam lagi.
Maryo ngebut mengendarai mobil jazz miliknya,
hingga nyaris menabrak truk besar di depannya.
Setelah menempuh perjalanan sangat cepat satu jam kemudian, akhirnya ia
tiba di rumah sakit . Dengan segera ia
mendatangi istrinya yang ter bujur manis kesakitan , di ruang tengah bersama
telepon genggam yang di pegang erat. Tanpa berpikir pajang dan banyak bicara ,
maryo segera membawa istrinya kerumah sakit terdekat di jalan MH. Thamrin .
Tak beberapa lama
setelah Lillyana istrinya memasuki ruang UGD , dokter menghampiri Maryo dan
berkata bahwa sang istri akan melahirkan pada pukul 07 :00 WIB pagi nanti.
Dengan menyambut bahagia mendengar kabar tersebut, Maryo lantas menghubungi
keluarga besar nya dan menghadirkan ibu dari Liliyana . yang mampu menjaga
istrinya dengan sangat baik dan lemah lembut.
Pukul
07:00 WIB tiba..
Maryo
pergi , dan mengatakan akan berangkat ke kantor karena ada proyek yang tidak bisa dia
tinggalkan . Maryo juga meminta maaf
karena tidak bisa menemani sang istri untuk melakukan persalinan . Namun
sebelum ia melangkah kan kaki dari ruang istrinya untuk menunggu persalinan ,
maryo tidak lupa memberikan kecupan manis pada kening nya sebagai rasa dukungan
untuk melahirkan anak pertama mereka .
Sedih..
Seperti itulah yang di
rasakan Lillyana , wanita berparas cantik dan sholehah yang kini telah memiliki
putra pertama bernama Khalid Al Ghiffari . Dia pun tak dapat membendung airmata
nya yang terus mengalir lembut di pipi
manisnya, karena terharu melihat bayi mungil berada dalam pelukannya. Seakan
rasa sedih yang ia rasakan ikut mengalir bersama bahagia . Meski sang suami
benar-benar tak berada disampingnya, saat Lillyana berjuang melahirkan anak
pertama . Dan tanpa suara adzan yang berkumdaang di telinga lembut Khalid Al Ghiffari .
Entah
sejak kapan..
Maryo telah berubah
ia tak ada lagi waktu untuk keluarga, bahkan ia pun tak pernah mengajak
kami satu keluarga liburan panjang hingga usia Khalid Al Ghiffari memasuki usia
5 tahun . Sesekali dia hanya mengajak putra kesayangnnya pergi ke mall , kebun
binatang dan tempat yang tak pernah aku tahu . Aku selalu berusaha memahami nya
, mungkin sikap nya itu karena faktor kesibukkannya di kantor . Mengingat dia
sudah menjadi bos besar sejak kelahiran Khalid , putra pertama nya.
Perselingkuhan
terjadi..
Setiap
bulannya aku dan teman-teman SMA yang sekarang adalah istri dari para penjabat selalu mengadakan
arisan . Seperti kebanyakan yang orang
ketahui , jika wanita tidak bisa lepas dari menggosip ketika mereka berkumpul
bersama. Terkadang mereka pun menceritakan tentang sikap suaminya , dari mulai
keromantisannya hingga keretakan rumah tangga yang sedang di hadapinya. Namun, untuk pertemuan di bulan November 2001 Jl.
Pegangsaan Timur blok 3A di rumah
sahabat ku . Setibanya aku disana ternyata sebagian dari mereka membicarakan
aku , ya tepatnya mereka berbicara tentang suami ku .
“ Assalamualaaikum .. “
sapa aku setibanya di rumah karina
“ Waalaikumsalam,
oh kamu sudah sampai .” jawab karina membalas sapaan ku dengan menempelkan
wajah mewahnya di kedua pipi bahagia ku.
“
Ayo masuk, kita sudah menunggu sejak tadi lhoh, di kira mba tidak kan datang
karena pergi bersama kelurga.” Tangkasnya lagi sambil
mengarahkan ku keruangan yang sudah di penuhi oleh ibu-ibu pejabat sedang duduk
manis di sofa lembut dan nyaman .
( Akupun mendekati mereka di tengah sofa lembut yang tersisa untukku )
“
Hai , Yana.. sejakkan kapan kamu sampai
? kita baru saja membicarakan mu . Sebab tadi pagi aku melihat suami kamu
bersama khalid dan seorang wanita , aku
mengira itu adalah kamu . hingg aku pikir kamu tidak akan menghadiri arisan di
bulan ini .”
Sapa caca , yang baru saja di
pinang oleh walikota muda di kota Bandung, Jawa Barat .
“
Seorang wanita ? kamu yakin Maryo dan
Khalid bersama dengan seorang wanita ? mungkin kamu salah lihat ”
Tegasku, dengan rasa penasaran .
“
Iya .. Aku melihatnya, dan ga mungkin aku salah lihat , karena jelas-jelas aku
menyapa suami kamu ketika sedang berjalan di
taman itu .” Jawabnya
“ Awal aku juga terkejut ketika melihatnya ,
sebab yang aku lihat adalah wanita muda yang tidak berhijab seperti mu .
Makanya , aku tidak begitu yakin itu adalah kamu .”
lanjutnnya
Bukan hanya terkejut,
bahkan hati ini kian tergores oleh
berita yang menyakiti telinga dan hati . Raut wajah ku kian berubah
pucat seperti jenazah yang harus segera
di semayamkan.
Segala
pikirku kian negatif pada suami ku yang mengarahkan perubahan sikapnya selama
beberapa tahun belakangan ini . Sungguh bila ini benar terjadi, entah apa yang
bisa aku ekpresikan saat bertemu nya di rumah . Mungkinkah aku harus marah
kepadanya, atau aku tetap berpura-pura tentang perasaan ku yang selalu baik untukknya . Mengingat ini
bukanlah berita pertama tentang suami ku dan wanita yang baru saja di maksud
oleh sahabat ku juga .
Sekitar
semingu yang lalu, tetangga sekaligus ibu dari teman TK AL ISLAMIYAH tempat
Khalid belajar . Dia menceritakan juga berita serupa , bu siska telah
menyaksikan bahwa suami ku sedang makan siang di sebuah restoran mewah di
sepanjang jalan Sudirman bersama dengan seorang wanita muda berpakaian rapi menggunkan
blazer abu-abu , rok hitam selutut dan rambut panjang yang terurai dengan motif warna
kemerahan.
“ Yana..
lihat itu kan mobil suami kamu dan disampingnya ada seorang wanita .”
teriak sahabat baikku yang sedang berhenti di lampu merah , sambil menunjuk
kearah sebelah kanan nya yang di duga itu adalah mobil suami ku .
“ Iya , benar itu pakaian yang di pakai suami ku
sebelum pergi bersama Khalid . Tapi kenapa di mobil tidak ada Khalid ? “ tanya
ku kepada siska yang sedang menatapku dengan penuh perhatian.
Aku pun segera menghubungi Maryo untuk menanyakan
keberadaan Khalid , namun teleponnku tak kunjung di jawab.
Bersambung ..

