Senin, 18 April 2016







Cinta, Untukmu..

“ Sungguh tak bisa di sangka aku bisa menjadi wanita setangguh ini , yang tetap sabar dan setia untuk lelaki ku yang banyak berpaling dan membodohi ku di antara mereka .”
           
            Sudah sekian lama aku berdampingan dengan laki-laki yang dulu mencintai aku dengan sejuta kasih dan sayang, berhias dengan sebuah pengorbanan  yang mampu membuatku menjatuhkan cinta untuknya .  Laki-laki yang selalu merasa beruntung memiliki ku, hingga mampu menjaga dan menyayangi aku dengan penuh keindahan romantisme nya sesuai dengan janji yang ia tuturkan  kepada kedua  orangtua ku saat itu . Walau demikian, aku juga merasa menjadi wanita yang paling beruntung, karena memiliki suami yang tampan, berwibawa dan bertanggung jawab seperti yang aku idaman kan .  Di awal tahun pernikahan , sudah terlalu penuh cerita kemesraan , dan kebahagiaan yang kita lewati.  Dia  tak pernah lupa memberikan kecupan manis pada keningku , sebelum ia berangkat kerja dan  tak ketinggalan pula  belaian hangat untuk si kecil yang masih dalam kandungan  . Kapan dan dimana pun  kita bagaikan magnet yang tak bisa di pisahkan , hingga sebagian orang menilai kita adalah pasangan terbaik yang pernah mereka temukan.    
       
9 bulan sudah aku mengandung..

Di malam yang semakin larut dan hening aku menunggu  suami yang beberapa minggu ini sibuk bekerja, hingga jarang aku dapat  berkomunikasi kepadanya tentang persiapaan kelahiran si kecil . Di saat lelahnya aku menunggu, tiba-tiba …  perut aku terasa sakit , dan sulit aku menghentikannya.  Aku berusaha menghungi Maryo sang suami kebanggaan ku, sudah beberapa kali aku menelpon tapi belum juga diangkat. Namun untuk yang ke 7 kali nya ,  telpon aku akhirnya di jawab olehnya.
“ Asssalamualaikum, mas …”
“ Kamu kapan pulang ? perut aku sakit mas . ”  tutur aku yang sedang merintih kesakitan .
“ Waalaikumsalam .. sayang sabar yah, mas lagi nyetir sedang perjalanan pulang .” Jawabnya
“ Kamu sudah minum obat , sayang ? yaudah , kamu istirahat saja  mungkin si kecil kecapeann.” kata suami yang sangat khawatir .
“ Sudah kok mas, tapi perut aku benar-benar terasa terguncang mas.. Sakittttt sekali  .” keluh ku yang sedang menahan sakit .
kalau begitu, kamu tunggu aku ya sayang.. mas segera sampai . kamu pasti kuat sayang , sabar ya .” lugas maryo dengan kepanikannya , hingga tak sempat mengucapkan salam lagi.

 Maryo ngebut mengendarai mobil jazz miliknya, hingga nyaris menabrak truk besar di depannya.  Setelah menempuh perjalanan sangat cepat satu jam kemudian, akhirnya ia tiba di rumah sakit .  Dengan segera ia mendatangi istrinya yang ter bujur manis kesakitan , di ruang tengah bersama telepon genggam yang di pegang erat. Tanpa berpikir pajang dan banyak bicara , maryo segera membawa istrinya kerumah sakit terdekat di jalan MH. Thamrin .
Tak beberapa lama setelah Lillyana istrinya memasuki ruang UGD , dokter menghampiri Maryo dan berkata bahwa sang istri akan melahirkan pada pukul 07 :00 WIB pagi nanti. Dengan menyambut bahagia mendengar kabar tersebut, Maryo lantas menghubungi keluarga besar nya dan menghadirkan ibu dari Liliyana . yang mampu menjaga istrinya dengan sangat baik dan lemah lembut.

Pukul 07:00 WIB tiba..

            Maryo pergi , dan mengatakan akan berangkat ke kantor  karena ada proyek yang tidak bisa dia tinggalkan . Maryo juga meminta maaf  karena tidak bisa menemani sang istri untuk melakukan persalinan . Namun sebelum ia melangkah kan kaki dari ruang istrinya untuk menunggu persalinan , maryo tidak lupa memberikan kecupan manis pada kening nya sebagai rasa dukungan untuk melahirkan anak pertama mereka .

Sedih..
Seperti itulah yang di rasakan Lillyana , wanita berparas cantik dan sholehah yang kini telah memiliki putra pertama bernama Khalid Al Ghiffari . Dia pun tak dapat membendung airmata nya yang terus  mengalir lembut di pipi manisnya, karena terharu melihat bayi mungil berada dalam pelukannya. Seakan rasa sedih yang ia rasakan ikut mengalir bersama bahagia . Meski sang suami benar-benar tak berada disampingnya, saat Lillyana berjuang melahirkan anak pertama . Dan tanpa suara adzan yang berkumdaang di  telinga lembut Khalid Al Ghiffari .
Entah sejak kapan..
Maryo telah berubah  ia tak ada lagi waktu untuk keluarga, bahkan ia pun tak pernah mengajak kami satu keluarga liburan panjang hingga usia Khalid Al Ghiffari memasuki usia 5 tahun . Sesekali dia hanya mengajak putra kesayangnnya pergi ke mall , kebun binatang dan tempat yang tak pernah aku tahu . Aku selalu berusaha memahami nya , mungkin sikap nya itu karena faktor kesibukkannya di kantor . Mengingat dia sudah menjadi bos besar sejak kelahiran Khalid , putra pertama nya.

Perselingkuhan  terjadi..
            Setiap bulannya aku dan teman-teman SMA yang sekarang adalah  istri dari para penjabat selalu mengadakan arisan . Seperti kebanyakan  yang orang ketahui , jika wanita tidak bisa lepas dari menggosip ketika mereka berkumpul bersama. Terkadang mereka pun menceritakan tentang sikap suaminya , dari mulai keromantisannya hingga keretakan rumah tangga yang sedang di hadapinya.  Namun, untuk pertemuan di  bulan November 2001   Jl. Pegangsaan Timur blok 3A  di rumah sahabat ku . Setibanya aku disana ternyata sebagian dari mereka membicarakan aku , ya tepatnya mereka berbicara tentang suami ku .

 “ Assalamualaaikum .. “ sapa aku setibanya di rumah karina
Waalaikumsalam, oh kamu sudah sampai .” jawab karina membalas sapaan ku dengan menempelkan wajah mewahnya di kedua pipi bahagia ku.
“ Ayo masuk, kita sudah menunggu sejak tadi lhoh, di kira mba tidak kan datang karena pergi bersama kelurga.” Tangkasnya lagi sambil mengarahkan ku keruangan yang sudah di penuhi oleh ibu-ibu pejabat sedang duduk manis di sofa lembut dan nyaman . 
( Akupun mendekati mereka  di tengah sofa lembut yang tersisa untukku )
“ Hai , Yana.. sejakkan kapan kamu  sampai ? kita baru saja membicarakan mu . Sebab tadi pagi aku melihat suami kamu bersama khalid  dan seorang wanita , aku mengira itu adalah kamu . hingg aku pikir kamu tidak akan menghadiri arisan di bulan ini .”  Sapa  caca , yang baru saja di pinang oleh walikota muda di kota Bandung, Jawa Barat .
“ Seorang wanita ? kamu  yakin Maryo dan Khalid bersama dengan seorang wanita ? mungkin kamu salah lihat ” Tegasku,  dengan rasa penasaran .
“ Iya .. Aku melihatnya, dan ga mungkin aku salah lihat , karena jelas-jelas aku menyapa suami kamu ketika sedang berjalan di  taman itu .” Jawabnya
 “ Awal aku juga terkejut ketika melihatnya , sebab yang aku lihat adalah wanita muda yang tidak berhijab seperti mu . Makanya , aku tidak begitu yakin itu adalah kamu .” lanjutnnya

Bukan hanya terkejut, bahkan hati ini kian tergores oleh  berita yang menyakiti telinga dan hati . Raut wajah ku kian berubah pucat seperti jenazah yang harus segera di semayamkan.
            Segala pikirku kian negatif pada suami ku yang mengarahkan perubahan sikapnya selama beberapa tahun belakangan ini . Sungguh bila ini benar terjadi, entah apa yang bisa aku ekpresikan saat bertemu nya di rumah . Mungkinkah aku harus marah kepadanya, atau aku tetap berpura-pura tentang perasaan ku  yang selalu baik untukknya . Mengingat ini bukanlah berita pertama tentang suami ku dan wanita yang baru saja di maksud oleh sahabat ku juga .
            Sekitar semingu yang lalu, tetangga sekaligus ibu dari teman TK AL ISLAMIYAH tempat Khalid belajar . Dia menceritakan juga berita serupa , bu siska telah menyaksikan bahwa suami ku sedang makan siang di sebuah restoran mewah di sepanjang jalan Sudirman bersama dengan seorang wanita muda berpakaian rapi menggunkan blazer abu-abu , rok hitam selutut dan rambut panjang yang terurai dengan motif warna kemerahan.
           
“ Yana..  lihat itu kan mobil suami kamu dan disampingnya ada seorang wanita .” teriak sahabat baikku yang sedang berhenti di lampu merah , sambil menunjuk kearah sebelah kanan nya yang di duga itu adalah mobil suami ku .
“ Iya , benar itu pakaian yang di pakai suami ku sebelum pergi bersama Khalid . Tapi kenapa di mobil tidak ada Khalid ? “ tanya ku kepada siska yang sedang menatapku dengan penuh perhatian.

Aku pun segera menghubungi Maryo untuk menanyakan keberadaan Khalid , namun teleponnku tak kunjung di jawab. 


Bersambung ..

PENA MYRA . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates